Daily Pencil

Aku adalah seorang gadis 16 tahun yang sedang menjalani masa SMA. Disini, kutuliskan apa yang kualami di bawah langit dan di atas muka bumi. Selamat membaca.

FacebookTwitterTumblr
Ask.fmSoundcloudWeHeartIt
PhotobucketFirasat
Jumat, 11 April 2014 | 20.28 | 0 comments
Dunia tidak lagi sama. Hidup ini menjadi asing. Aku sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Aku galau untuk sesuatu yang tak ada. Dan jari ini ingin menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab, tapi tak kutemukan apa-apa. Pada saat yang sama, seluruh sel tubuhku berkata lain. Mereka tahu sesuatu yang tak dapat digapai pikiran. Apa rasanya, jika tubuhmu sendiri menyimpan rahasia darimu?

Label: , , ,


PhotobucketQuality Time: Fieldtrip!
| 19.56 | 0 comments
Ok, this is super duper mega latepost tapi entah kenapa masih tetep pengen berbagi cerita tentang hari itu, 18 Februari 2013. Lima hari sebelum hari ulang tahunku! {} IYA!

Sebenarnya, bukan sebuah perjalanan yang amat sangat benar-benar menarik sekali juga. Sederhana saja, yang membuat aku bahagia hari itu adalah sesuatu yang (mungkin) menurut orang lain klise: kebersamaan. Ketika orang-orang yang kamu sayang berkumpul di sekelilingmu, melakukan perjalanan bersama, berbagi canda tawa, lantas apa lagi yang masih harus kau sesalkan, harus membuatmu gundah gulana? Itulah yang aku rasakan. Benar-benar hari itu aku merasakan kehangatan senyuman dan tawa orang (atau orang-orang) yang aku sayang.

...
Pada surat pemberitahuan, semua anak diharap berkumpul di sekolah kira-kira jam 5 dan kembali lagi di sekolah jam 11 malam. Itu sih, kalau saya tidak salah ingat. Satu hal yang membuatku gundah; siapa yang akan mengantar aku ke sekolah sepagi itu? siapa yang akan menjemputku untuk pulang ke rumah semalam itu?. Kebetulan, bapak sedang dalam perjalanan ke Palembang. Ibu? Tentu aku tidak tega meminta ibuku mengantar-jemput aku pada jam-jam itu. Untung saja, ada seorang... sebut saja, teman kecil, sekaligus teman satu sekolah yang mau berangkat dan pulang bersamaku. Thanks, bro! ☺
Berangkatlah aku. Sesampainya di sekolah, sudah banyak teman-teman yang berkumpul. Sepertinya, mereka begitu antusias dengan acara ini.
Rombongan berangkat ketika terik matahari mulai menghangatkan kami. Selama perjalanan, anak-anak bercengkerama dan sesekali bergurau, membuat waktu perjalanan yang kurang lebih 3 jam menjadi terasa singkat. Dimulailah pengalaman berharga kami hari itu.

Objek pertama, Universitas Ahmad Dahlan. Disini, kami mendapat sekilas informasi tentang beberapa fakultas. Salah satunya adalah fakultas teknik.

Kakak dari F.Teknik sedang menjelaskan robot yang telah dibuatnya.

Selanjutnya, Pasar Malioboro. Masing-masing dari kami menuju ke tempat perbelanjaan yang ingin kami kunjungi.

Di depan sebuah mushola di Malioboro.

Dan yang terakhir, ini yang paling berkesan di hati, Sendratari Ramayana. Memang sih ini bukan pertama kalinya buatku tapi entahlah, baru kali ini ada pikiran buat memperhatikan seseorang saat menyaksikan pertunjukan itu. Seseorang spesial. Kenapa spesial? Spesial karena dia bisa menarik perhatianku hahaha
Bukan apa-apa, hanya seorang yang berperan mengatur pencahayaan pada saat pertunjukkan. Sesekali, aku memandang ke arahnya. Penasaran, sebenarnya seperti apa sosok di balik gelap itu? hahaha abaikan.




Hal lain yang benar-benar menarik perhatianku adalah tokoh Anoman. Aku juga tidak tahu apa alasannya. Saat itu juga, untuk kesekian kalinya aku jatuh hati sama tokoh Anoman!

 I took a photo with Anoman and Resti. Alhamdulillah!

What a wonderful trip! Hari itu benar-benar-benar-benar aku merasa nyaman sehari berada di antara teman-teman sebaya.

 besties {}


 Dan hari itu juga, aku merasa dekat, mulai dekat, sangat dekat dengan teman-teman sekelasku,
kelas X IPA A SMA Negeri 1 Kebumen tahun 2013/2014

makan bersamaaa {}

 the boys
(ada satu anggota nyempil di paling kanan atas)

the girls
(nodanya gak nahan -_-)

dan ini, foto bareng guru Bahasa Indonesia favorit. sama guru Bahasa Jepang juga {}   

Begitulah cerita perjalanan satu hariku bersama teman-teman kesayangan. Sederhana memang, tapi benar-benar istimewa di hati. Ah, entah sudah berapa kali aku mengungkapkan ini. Pengalaman yang menyedihkan? Alhamdulillah hampir tidak ada.. Yang spesial? Ada! Yang jelas, terimakasih untuk satu hari yang menyenangkan itu. Terima kasih untuk kamu, dia, dan mereka.

Label: , ,


PhotobucketNope, I miss the class.
| 16.51 | 0 comments

Pernah saling benci. Pernah saling beradu argumen. Pernah berjuang bersama.
Pernah menangis bersama. Pernah berbagi canda. Pernah berjabat tangan.
Satu tahun, dengan segala kesederhanaan.
Dan kini akhirnya...
Aku Rindu.

Label: ,


Photobucket
Jumat, 07 Maret 2014 | 20.17 | 0 comments
Cemburu adalah perahu Nabi Nuh yang tergenang di dalam hati yang karam. Lalu, naiklah ke geladak perahu itu, binatang yang berpasang-pasangan yakni perasaan tak berdaya-ingin mengalahkan, rencana jahat-penyesalan, kesedihan-gengsi, kemarahan-keputusasaan, dan ketidakadilan-mengasihani diri. (Padang Bulan - Andrea Hirata)

Label: , ,


PhotobucketPadamu Senja, Boleh Aku Bertanya?
| 20.12 | 0 comments
Senja bergelayut di dinding cakrawala, tak ubahnya seperti biasa
Semilir angin menggelitik, mengungkap lagi getar-getar bahagia

Aku diam, ada rona yang menyelinap bersama senyum sederhana
Pasrah dalam ketakberdayaan, tertahan oleh dekapan rasa
Semua berakhir dengan tatap tanpa ucap,
aku terjebak dalam perjumpaan yang menggelora
Padamu senja, boleh aku betanya?

Aku diam,
Meski jarak hanya berbilang langkah, tapi aku tiada pelak dari gundah
Aku tahu, tak ada tempat untuk bayanganku berjalan beriringan di sisi
Padamu senja, boleh aku bertanya?

Semburat oranye menghapus warna biru di langit
Sesuatu nan asing itu mengusikku kembali
Tanpa aroma, tak juga kasat mata
Ia mengendap-endap di antara tetes air, melanglang di sudut hati
Padamu senja, boleh aku bertanya? Siapa namanya?
Jawab saja, sebelum ia menjerat hatiku
Menaburkan rindu dan cemburu yang berpadu jadi satu

Label:


Photobucket
| 20.01 | 0 comments
Karena kebersamaan, tak butuh waktu yang panjang, tapi sesuatu yang berkualitas (Jika Hujan Pernah Bertanya - Robin Wijaya)

Label: , ,


PhotobucketCatatan 21
| 19.47 | 0 comments
Jarum jam terus berdetik dan roda zaman terus berputar. Mentari terbit di timur dan tenggelam kembali ke pangkuan barat sana di ujung hari. Burung menguasai langit dan ikan-ikan bebas lepas di air. Kiamat hendaknya mencari pertanda lain agar manusia bisa saling waspada, saling menjaga, dan saling yang lainnya. Semua berjalan seolah-olah sudah tertata rapi; meski nyatanya tidak. Seperti air muka yang tenang itu; meski dihatinyalah puing rasa itu berserakan. Sedih, senang, rindu, dan cemburu beradu jadi satu. Dari sebuah sapaan yang beresonansi. Dari sebersit tatapan yang mengalir terbawa terpaan sang bayu. Dari sebuah kebetulan; kebetulan bertemu. Kebetulan yang kemudian beranak-pinak; kebetulan menyapa, kebetulan berbalas senyum, kebetulan tertawa bersama, kebetulan menatap. Lantas, bagaimana dengan kebetulan sedih? Kebetulan senang? Kebetulan rindu? Dan... kebetulan cemburu? Dan satu kebetulan sederhana.. Kebetulan menahan rindu. Nyatanya, aku tidak suka kebetulan. Ketika aku menulis larik demi larik ini saja, rasanya jengah sekali dengan kebetulan. Itulah hal yang membuatku terjebak dalam sebuah pengharapan. Sekecil apapun, hal itu tentu pernah muncul dalam sudut kecil di ruang hati. Aku juga tidak suka 'kita' yang lahir dari mulut orang-orang. Tentang 'kita' dalam anganmu, aku tak lagi mau tahu. Aku dan kamu seperti dua garis lurus yang takkan menyatu. Aku dan kamu selalu memilih simpangan yang berbeda. Bagaimana adanya kamu, aku tak lagi mau tahu. Binasalah saja, enyahlah segala rasa yang buat otak dan hati tak lagi bekerja sama.

OLDER POST

Utada Hikaru - First Love